Showing posts with label Kesehatan dan Obat. Show all posts
Showing posts with label Kesehatan dan Obat. Show all posts

Monday, April 22, 2013

Hai, sahabat, tips kesehatan. Memiliki tubuh yang sehat merupakan keinginan setiap orang termasuk anda. Dengan tetap sehat, maka aktivitas yang kita lakukan bisa berjalan dengan lancar dan sesuai dengan harapan kita. Dengan sehat pula, maka kita tidak harus mengeluarkan waktu dan biaya untuk membeli obat atau pergi ke rumah sakit. Jadi kita harus selalu bersyukur dengan nikmat sehat yang diberikan Tuhan YME kepada kita semua.  

Sahabat, tips kesehatan. Ukuran sehat yaitu ketika kita mampu menjaga daya tahan tubuh dari serangan penyakit yang selalu menerpa seperti peyakit demam, flu, batuk dan lain-lain. Lalu bagaimana kita bisa menjaga daya tahan tubuh yang benar agar selalu sehat dan bugar setiap hari....????? Berikut ini tips kesehatan yaitu Tips Menjaga Daya Tahan Tubuh Agar Selalu Sehat :

  1. Istirahat yang cukup setiap harinya, merupakan salah satu faktor untuk menjaga daya tahan tubuh anda.
  2. Didalam tubuh yang sehat terdapat pikiran yang tenang dan sehat juga. Maka usahakan selalu berpikiran positif terhadap segala masalah yang menerpa kita.
  3. Setiap pagi, usahakan selalu melakukan olahraga secara teratur. Ini bertujuan untuk menjaga kondisi tubuh agar selalu bugar dan sehat.
  4. Selalu memastikan bahwa makanan yang anda makan sudah higienis atau sudah di cuci dengan bersih atau dimasak dengan matang yang sempurna. 
  5. Makanlah dengan porsi yang wajar jangan berlebihan. Di khawatirkan badan anda akan mengalami kegemukan dan riskan terkena penyakit yang terkait dengan kegemukan atau obesitas.
  6. Penuhi makanan yang berserat setiap harinya. Makanan yang berserat yaitu apel, wortel maupun kacang-kacangan. Fungsi makanan berserat ini yaitu menjaga tubuh dari serangan bakteri.
  7. Penuhi kebutuhan vitamin D. karena vitamin D ini berfungsi untuk menstimulus sel imun untuk menghalau virus dan bakteri. Vitamin D dapat ditemukan pada sinar matahari, telur, hati dan ikan.

Thursday, April 18, 2013

Kamis, 28 Juli 2011 - Berbagai racun memberikan bahaya pada janin saat perkembangan. Sebuah studi tahun 2011 menemukan kalau hampir semua wanita hamil AS membawa zat kimia ganda, termasuk beberapa yang terlarang sejak tahun 1970an pada tubuh mereka. Para peneliti mendeteksi bifenil poliklorinat, pestisida organoklorin, senyawa perflorinat, fenol, eter difenil polibrominat, phthalat, hidrokarbon aromatik polisiklik, PBDE perklorat, senyawa yang digunakan sebagai pemadam api, dan dikloro difenil trikloroetane (DDT), sebuah pestisida yang dilarang di AS tahun 1972, dalam tubuh 99 hingga100 persen wanita hamil yang diuji. Bisfenol A (BPA) ditemukan dalam 96 persen wanita yang disurvey. Beberapa kimiawi berkonsentasi sama berasosiasi dengan efek negatif pada anak dari studi lain dan diduga paparan pada kimiawi tersebut dapat berpengaruh lebih besar daripada paparan hanya satu zat saja.

Pencernaan alkohol pada saat hamil dapat menyebabkan sindrom alkohol janin, sebuah sindrom gangguan lahir yang permanen dan kadang berbahaya. Sejumlah studi telah menunjukkan kalau minum-minuman keras dalam ukuran ringan hingga sedang saat hamil memang tidak berpengaruh nyata pada janin, namun agar benar-benar aman wanita hamil tidak boleh minum alkohol sama sekali saat hamil.
Sejumlah studi juga menunjukkan kalau anak yang terpapar pada asap rokok sebelum lahir dapat menglami sejumlah gangguan perilaku, syaraf, dan fisik.
Unsur raksa dan metil raksa adalah dua bentuk air raksa yang dapat memberi resiko saat hamil. Metil raksa, sejenis pencemar makanan laut dan ikan air tawar, terkenal menghasilkan gangguan sistem syaraf berbahaya, khususnya pada saat perkembangan otak. Memakan ikan adalah sumber utama paparan raksa pada manusia dan sebagian ikan dapat mengandung cukup raksa untuk membahayakan sistem syaraf janin yang sedang berkembang, kadang membawa pada gangguan belajar. Raksa hadir pada banyak jenis ikan, namun paling banyak ditemukan pada ikan berukuran besar. Badan Obat dan Makanan serta Dinas Perlindungan Lingkungan AS menyarankan wanita hamil agar tidak memakan ikan pedang, hiu, makarel raja, dan ikan ubin, serta membatasi konsumsi tuna albacore hingga 6 ons atau kurang dalam seminggu.
Pusat Kesehatan Lingkungan Anak melaporkan studi yang menunjukkan kalau paparan pada polusi udara saat hamil berkaitan dengan kelahiran buruk seperti rendahnya berat lahir, bayi prematur, dan malformasi jantung. Busur darah bayi yang terpapar menunjukkan kerusakan DNA yang berhubungan dengan kanker. Studi lanjutan menunjukkan penundaan perkembangan pada usia tiga tahun, rendahnya skor tes IQ, dan meningkatnya masalah perilaku pada usia enam dan delapan tahun.
Menurut Pusat Pengendalian Penyakit AS, sistem syaraf janin yang berkembang rentan pada racun timbal. Racun syaraf diamati pada anak dari wanita yang terpapar karena kemampuan timbal melintasi halangan plasenta dan menyebabkan catat syaraf janin. Masalah khusus wanita hamil adalah penumpukan timbal di tulang dilepaskan ke darah saat hamil. Beberapa studi memberi bukti kalau paparan ibu hamil yang kecil pada timbal bahkan dapat menghasilkan gangguan intelektual dan perilaku pada anak.
Studi tahun 2006 menemukan kalau anak yang terpaparkan sebelum lahir pada insektisida klorpirifos memiliki perkembangan motorik dan mental yang buruk pada usia tiga tahun dan resiko masalah perilaku yang lebih tinggi. Studi tahun 2007 menggunakan model tikus menunjukkan kalau paparan pada hidrokarbon aromatik polisiklik  ketika lahir dan menyusui mengurangi jumlah sel telur di rahim anak perempuan yang dilahirkan hingga dua pertiga. Studi tahun 2009 pada wanita hamil yang terpaparkan tetrakloroetilen dalam air minum meningkatkan resiko gangguan katup oral dan tabung syaraf pada anak mereka. Studi tahun 2009 menemukan kalau paparan pralahir pada phthalates, senyawa kimia yang digunakan untuk plastik dalam banyak jenis produk perawatan pribadi, mainan anak, dan peralatan medis, mungkin menjadi faktor resiko lingkungan untuk berat lahir yang rendah pada anak. Studi tahun 2010 menemukan kalau paparan pralahir pada senyawa pemadam api bernama difenil eter polibrominat berasosiasi dengan efek perkembangan syaraf terhambat pada anak kecil.
Sumber
Wikipedia. Pregnancy.
Referensi lanjut
  1. Tracey J. Woodruff, Ami R. Zota, Jackie M. Schwartz. Environmental Chemicals in Pregnant Women in the US: NHANES 2003-2004. Environmental Health Perspectives, 2011; DOI: 10.1289/ehp.1002727
  2. Day NL (1992). “The effects of prenatal exposure to alcohol.” Alcohol Health and Research World, 16(2), 328–244.
  3. Goodlett CR, Peterson SD (1995). “Sex differences in vulnerability to developmental spatial learning deficits induced by limited binge alcohol exposure in neonatal rats”. Neurobiological Learning and Memory, 64(3), 265–275.
  4. Streissguth AP, et al. (1994). “Prenatal alcohol and offspring development: the first fourteen years”. Drug and Alcohol Dependence, 36(2), 89–99.
  5. Harvard.edu. Prenatal Exposure to Mercury From a Maternal Diet High in Seafood Can Irreversibly Impair Certain Brain Functions in Children
  6. March of Dimes. Environmental risks and pregnancy
  7. Alan Mozes Exposure to Common Pollutant in Womb Might Lower IQ
  8. Protecting Workers Exposed to Lead-based Paint Hazards : A Report to Congress
  9. Exposures To Insecticide Chlorpyrifos In Pregnancy Adversely Affect Child Development, Study Finds
  10. Environmental Toxins May Limit Fertility In Offspring
  11. Zhang Y, PhD, Lin L, MD, Cao Y, PhD, Chen B, MD, Zheng L, MSC, Ge R, MD. Phthalate Levels and Low Birth Weight: A Nested Case-Control Study of Chinese Newborns. Journal of Pediatrics, DOI: 10.1016/j.jpeds.2009.04.007 /li>

Sunday, April 14, 2013

Senin, 31 Oktober 2011 - Teh telah diklaim sebagai obat dari berbagai jenis penyakit. Minuman dari tanaman Camellia sinensis ini memang memiliki sejumlah khasiat. Mari kita periksa sejumlah klaim mengenai pengaruh teh pada kesehatan.

Pengaruh positif teh pada kesehatan:
  1. Efek antibiotik. Teh memang memiliki sifat antibiotik karena mencegah tahap tertentu dalam proses replikasi DNA bakteri.
  2. Kerusakan kulit karena ultraviolet. Ekstrak teh hijau (EGCG) yang diberikan sesuai dosis dapat melindungi kerusakan kulit yang disebabkan oleh UVA dan UVB yaitu penuaan oleh cahaya dan karsinogenesis.
  3. Meningkatkan sensitivitas insulin dan toleransi glukosa.
  4. Meningkatkan ketahanan tubuh saat latihan dengan meningkatkan metabolisme lemak.
  5. Membuat lebih terjaga, sama halnya dengan kopi.
  6. Meningkatkan kekebalan tubuh.
  7. Mengurangi kemungkinan mengalami gangguan kognitif.
  8. Mengurangi stress
  9. Mengurangi pengaruh HIV. Sebuah studi yang muncul dalam Journal of Allergy and Clinical Immunology menyatakan kalau epigallocatechin gallate (EGCG) yang ditemukan dalam teh hijau dapat menghambat pengikatan HIV dan dapat dipakai sebagai terapi komplementer bagi pasien HIV, namun ditekankan kalau “ia bukan penyembuh, dan bukan pula cara yang aman untuk menghindari infeksi, namun, kami menyarankan kalau ia dapat dikombinasikan dengan obat konvensional untuk meningkatkan kualitas hidup mereka yang terinfeksi.” Ini adalah studi in vitro (tabung uji), bukan studi in vivo, yang hanya menguji pengaruh kimiawi dalam teh hijau. “Banyak zat yang ditunjukkan mencegah infeksi HIV dalam tabung uji ternyata tidak memiliki efek atau hanya memiliki efek kecil di dunia nyata, sehingga saya rasa masih jauh untuk menyimpulkan kalau teh hijau melindungi terhadap infeksi HIV.”
  10. Mengurangi dampak dari pendarahan usus
  11. Mencegah bau mulut
  12. Mencegah kerusakan tubuh oleh gangguan kelebihan besi (hemochromatosis)
  13. Mengurangi kemungkinan terkena penyakit Parkinson. Hal ini karena kandungan kafein dalam teh.
  14. Meningkatkan daya ingat jangka pendek. Hal ini karena kandungan kafein dalam teh.
  15. Meningkatkan kinerja atletik. Hal ini karena kandungan kafein dalam teh.
  16. Mengurangi keparahan dan durasi sakit kepala. Hal ini karena kandungan kafein dalam teh.
  17. Membantu mencegah gejala asma. Hal ini karena kandungan kafein dalam teh.
  18. Mengurangi gangguan tidur. Para peneliti Universitas Louisville melaporkan kalau fenolik teh hijau dapat menahan penurunan kognitif yang muncul karena apnea tidur obstruktif, dalam edisi Mei 2008 American Journal of Respiratory and Critical Care Medicine. Para peneliti memeriksa pengaruh fenolik teh hijau ynag diberikan bersama air minum, pada tikus yang secara berselang dikurangi oksigennya dalam siklus malam 12 jam, meniru hipoksia berkala pada manusia yang mengalami OSA.
  19. Mengurangi infeksi bakteri dan jamur.
  20. Membantu mengurangi dampak keracunan bisa ular.
  21. Mengurangi resiko terkena stroke
  22. Mengurangi resiko terkena serangan jantung. Mencampur teh dengan susu dapat menghilangkan khasiat teh ini.
  23. Menyembuhkan kutil di alat kelamin dan anus. Sinecatechin, sebuah ektrak dari teh hijau ditunjukkan efektif dalam merawat kutil di daerah anus dan kelamin dalam sebuah eksperimen acak buta ganda pada lebih dari 500 subjek. Subjek diberikan minyak ynag mengandung sinecatechin (kelompok perawatan) atau plasebo (kelompok kontrol) pada daerah yang terpengaruh selama 4 bulan, dan diikuti 3 bulan setelah perawatan. Lebih dari separuh subjek dalam kelompok perawatan (57%) mengalami kesembuhan penuh kutil mereka, dibandingkan hanya sepertiga (34%) dalam kelompok kontrol. 78% pasien dalam kelompok perawatan mengalami setidaknya 50% perbaikan pada kutil mereka. Jumlah yang dibutuhkan untuk perawatan adalah 4-5 pasien. Perawatan dengan ekstrak teh hijau ditoleransi dengan baik dengan sedikit efek samping.
  24. Mengurangi depresi. Dalam studi Jepang, konsumsi teh hijau berbanding terbalik dengan gangguan psikologis bahkan setelah pemeriksaan faktor-faktor lain yang mungkin. Konsumsi teh hijau berasosiasi dengan rendahnya gejala depresi pada studi lain di Jepang. Para peneliti melakukan studi cross-sectional pada individu manula Jepang yang bersosialisasi di masyarakat dengan usia 70 tahun. Prevalensi gejala depresi parah dan sedang adalah 20,2% dan 34,1%. Setelah penyetelan faktor-faktor lain, rasio yang disarankan untuk tidak depresi adalah 1 cangkir per hari, depresi sedang perlu 2 hingga 3 cangkir sehari, dan depresi parah butuh 4 cangkir sehari.
  25. Mengurangi rasa sakit akibat rematik
  26. Mengurangi berat badan dan kolesterol
Penyakit yang masih diragukan dapat dipengaruhi oleh teh:
Kanker payudara dan prostat. Hal ini didasarkan pada studi bulan Juli 2005, yangberupa tinjauan klaim yang dibuat mengenai manfaat kesehatan dari teh hijau. Peneliti Food and Drug Administration AS menyimpulkan kalau teh hijau tidak menyebabkan berkurangnya resiko kanker prostat dan payudara. FDA mengatakan kalau bukti yang ada tidak mendukung klaim kesehatan atas konsumsi teh hijau dengan berkurangnya resiko kanker. Studi lain menemukan hubungan adanya hubungan positif dengan penyembuhan kanker sehingga status teh sebagai perawatan untuk kanker masih kontroversial.
Pengaruh negatif teh pada kesehatan:
  1. Meningkatkan resiko osteofluorosis dan patah tulang karena membuat tulang menjadi lebih kaku.
  2. Meningkatkan resiko terkena penyakit Alzheimer karena kandungan aluminium dalam teh
  3. Karena mengandung kafein (separuh dari kafein yang dikandung kopi), semua efek samping kafein juga dapat dirasakan oleh peminum teh. Efek samping yang paling jelas adalah sulit tidur.
  4. Teh mengandung oksalat, konsumsi berlebihnya dapat menyebabkan batu ginjal, serta pengikatan kalsium bebas di tubuh; mineral lain juga dapat terikat olehnya. Ketersediaan oksalat dalam teh memang rendah sehingga dampak negatif membutuhkan jumlah konsumsi teh yang besar.
  5. Meningkatkan resiko kerusakan hati. Hal ini karena kemungkinan flavonoid, suatu zat dalam teh, menumpuk di pembuluh darah.
Sumber:
Wikipedia. Health Effects of Tea.